top of page
Search

Air Ajaib

  • Writer: Cerpenku
    Cerpenku
  • Jul 12, 2021
  • 4 min read

Updated: Jul 13, 2021



“Hap, aku sudah dapat 5 lalat, Frogo baru dapat 2 kaann?? hahaha” ejek Frogi si adik kodok pada kakaknya, Frogo, saat mereka sedang berlomba berdua menangkap lalat sembari menunggu sarapan dari mama kodok, betapa kesalnya Frogo mendengar ejekan Frogi. “Sarapan sudah siap anak-anak!” kata mama kodok setelah menyiapkan sarapan, Frogi dan Frogo masuk ke rumah mereka yang terbuat dari tumpukan batu di dekat sungai di Hutan Pinus. Tanpa menunggu lama, Frogi dan Frogo langsung duduk di meja makan mereka dan menyantap sup lalat terenak buatan mama kodok. “Hahahaha, Frogo mah lama buangeett makannya, lihat, aku udah mau selesai dan kamu, cih, baru aja mulai mau makan..” kata Frogi saat melihat mangkuk Frogo masih terisi penuh oleh sup, Frogo begitu kesal mendengar ejekan Frogi, ditambah lagi Frogi tidak pernah memanggilnya dengan panggilan ’kakak’, Frogo langsung menyantap sarapannya dan pergi keluar.

Suatu pagi Frogi sedang menikmati suasana hutan sambil bernyanyi-nyanyi di atas batu yang tak jauh dari rumah mereka, tetapi lantaran Frogo sudah kesal dengan sikap Frogi yang suka mengejek, Frogo menghindar dari Frogi dan memilih untuk berjalan-jalan berkeliling hutan. Frogo bertemu Ibu Gajah yang sedang menyiram tanaman di depan rumahnya, “Eh, ibu Gajah yang baru pindah dari hutan sebelah ya?” tanya Frogo “Wah iya, kamu Frogo ya?? Kemarin aku bertemu ibumu..” tanya ibu Gajah. “Wah, aku terkenal juga ternyata nih, hehe” balas Frogo, “Oh iya Frogo, jangan lupa, malam ini akan turun hujan lebat, jaga Frogi yah, kan Frogi masih kecil” kata bu Gajah, Frogo berpikir, buat apa menjaga Frogi, kan Frogi kasar dan suka mengejek, lagian dia kan juga sudah bisa menjaga dirinya sendiri, lalu Frogo meninggalkan rumah Bu Gajah, saat Frogo berjalan, tiba-tiba ada yang memanggil dari atas pohon tua “Haaaaiii Frogo.. Gimana kabarnyaaa.. Senang jumpa lagi, kita sudah tidak bertemu selama dua bulan lho..” kata Bubi si burung hantu bijaksana yang habis pulang dari liburannya “Lho, Bubi, senang juga bertemu lagi, hehe, baik nih kabarnya..” jawab Frogo. “Frogo jaga adikmu yaa, malam ini akan turun hujan lebat lho”, Frogo dengan kesal meninggalkan rumah Bubi. Tiba-tiba, pemimpin Hutan Pinus, si singa seram bernama Singo menyapa Frogo “Frogo.. Menurut Hipa, malam ini akan turun hujan, jaga adikmu yaa” kata Singo, “Hipa? Oh, Bu Hipa si hipo yang sering meramal itu ya?” kata Frogo memastikan, “Betul!” jawab Singo, Frogo sangat kesal. Frogo akhirnya bertemu tetangganya, Kobo si kodok periang, Frogo dan temannya itu bermain bersama, mulai dari bermain congklak, lompat tali, lomba lari, memancing ke sungai di hutan, dan engklek. Tiba-tiba Frogo melihat bahwa langit sudah mulai gelap, Frogo harus cepat pulang kerumah atau jika tidak, seperti yang dikatakan ibunya, ia tidak boleh masuk rumah. Akhirnya Frogopun berpamitan pada Kobo, tetapi sebelum Frogo pulang Kobo juga mengingatkan untuk menjaga Frogi. Frogo hanya mengiyakan sambil berlari pulang. Di perjalanan, Frogo betul-betul kesal, amarahnya sudah tak tertahan lagi, Frogo sangat marah karena semua orang memperhatikan Frogi, tetapi tidak ada satupun yang memperhatikannya.

Di depan rumah, Frogo menggedor-gedor pintu, ibunya langsung membukakan pintu sambil berkata dengan marah “Lihatlah adikmu, Frogo, pulang tepat waktu, dan masuk rumah dengan tenang, tidak sepertimu, menggedor-gedor pintu, pintu batu ini sudah tua Frogo, kalau kau banting-banting bisa-bisa rusak, kalau rusak apa boleh buat, rumah kita bisa dimasuki ular, dan habislah kita semua, contohlah adikmu, Frogo”. Frogo melihat adiknya hanya seyum-senyum tanda mengejek Frogo. Karena sangat marah, Frogo naik ke lantai dua, masuk ke kamar Frogi dan melampiaskan amarahnya dengan membanting kanvas lukisan yang belum selesai dibuat Frogi. Frogi sangat sedih melihat reaksi kakaknya. Ibu Frogo makin marah kepada Frogo “Frogo, jangan merusak barang adikmu, itu hasil karya Frogi, kasihan Frogi, Frogi kan sudah membuatnya dengan susah payah” kata ibunya dengan marah, ayah Frogo yang baru pulang kerja pun ikut memarahi Frogo. Setelah mereka makan malam, Frogi langsung meninggalkan meja makan dan masuk ke kamar menangisi lukisan keluarga kodok yang sebagian telah rusak, tak berapa lama karena kelelahan diapun tertidur. Tiba-tiba, saat semua sedang tidur, Frogi berteriak memanggil ayah dan ibunya. Saat ayah dan ibu mereka melihat Frogi, ayahnya bertanya “Frogi, ada apa? Sakit?”, “A.. A.. Aku su.. susah ber.. ber.. na.. napas, da.. dan dan pe.. perutku.. uh, sa.. sa.. sakit.. Arghh..” jawab Frogi dengan tersendat-sendat. Ayah dan ibu Frogi mulai panik, mana mungkin bisa memanggil dokter, karena ternyata ramalan Hipa benar, malam itu hujan turun dengan sangat deras, dan sekarang sudah pukul 11.30 malam. Kata Frogo “Aku akan carikan obatnya”, Frogi sangat senang.

Frogo pergi ke sungai kotor, air itu pasti akan membuat yang meminumnya agar terkena penyakit parah, dan yang sudah sakit akan makin parah penyakitnya, lalu Frogo mengambil air itu, berencana untuk membalas kelakuan Frogi selama ini, tetapi tiba-tiba Frogo merasakan sesuatu yang hangat memasuki dadanya, dia merasa sangat sedih dan kasihan sekali pada Frogi adiknya satu-satunya, akhirnya Frogo membatalkan rencananya dan tanpa mempedulikan badai yang makin mengamuk dia lari secepatnya ke rumah Bubi. Sesampainya di rumah Bubi, Frogo berteriak sekuatnya “Bubiiii… tolong aku…” dia menanyakan obat yang tepat untuk adiknya, “Kan sudah kubilang jaga adikmuuu.. Sekarang, kamu pergi saja lurus terus, sampai ketemu ada pohon cemara besar, rumah para tupai, lalu beloklah ke kanan, terus sampai kamu menemukan danau yang penuh dengan teratai, airnya agak hijau, itu air ajaib yang tepat untuk mengobati adikmu” jawab Bubi. Frogo berterimakasih lalu segera mengikuti petunjuk Bubi, mengambil air itu, lalu pulang dan segera memberikannya kepada Frogi. Frogi meminum itu dan beberapa saat kemudian sakitnya pun hilang, “Terima kasih, maafkan aku kak...” sesal Frogi. Tiba-tiba, Bubi muncul bertengger di jendela rumah, “Nah, kalian tau? sebetulnya, yang membuat Frogi sembuh bukanlah air ajaibnya, tetapi karena Frogo rela berjuang mengambilkan air untuk Frogi dengan sepenuh hati dan tidak terpaksa”. “Frogo”, sambung Bubi, “Ternyata kamu adalah kakak yang hebat!, dan kamu Frogi, janganlah suka mengganggu kakakmu!”, mereka semua terkejut mendengar perkataan Bubi, Frogi langsung memeluk kakaknya erat, Frogo berbisik ditelinganya “Maafkan aku telah merusak lukisan keluarga yang sedang kamu buat Frogi, aku berjanji akan membantumu menyelesaikannya.


- Bandung, 12 Juli 2021 (Luna)



Pesan Moral: - Bersikap ramahlah kepada orang-orang disekitar kita, seperti keluarga kita dan tetangga kita, karena merekalah yang paling berpotensi untuk membantu kita saat kita dalam kesulitan. - Jangan mengejek sesama kita. - Mau mendengarkan pendapat orang lain, bahkan orang yang terkadang tidak kita sukai, karena siapapun mereka bisa saja betul.

 
 
 

Comments


TENTANG CERPENKU

Cerpenku menyediakan berbagai macam cerita seru untuk semua umur sebagai kegiatan di masa pandemi.
 

Ayo kirimkan karya pribadimu melalui form ini. Ada e-sertifikat menarik untuk setiap karya yang dimuat.

SUBSCRIBE 

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan notifikasi jika ada cerita baru.

Thanks for subscribing!

© 2021 Cerpenku ● Terms ● Disclaimer 

bottom of page