top of page
Search

Ruru Ingin Membantu

  • Writer: Cerpenku
    Cerpenku
  • Jul 24, 2021
  • 4 min read

“Hoam, aku masih mengantuk” kata Ruru si rusa kecil di pagi hari di hutan Cempaka yang terbangun dari tidurnya karena ada suara-suara asing “Eh, suara apa itu? Berisik betul, uuhh, aku kan masih mau tidur lagi” keluh Ruru “Oh, kata pak kepala hutan, itu kawanan lebah Ratu Baba, Ruru, bermainlah dengan mereka, mereka baru saja pindah rumah, jangan marah dengan suara itu, itu memang suara mereka” tegur ibu Ruru yang sedang menyiapkan sarapan “Uh, maaf, aku akan coba berkenalan dengan mereka” kata Ruru “Nah, begitu baru anak rusa yang baik” kata ayah Ruru yang baru saja terbangun. “Haaaiii kawanan lebah imut, apa kabar?” teriak Ruru sambil berlari ke arah kawanan Ratu Baba “Halo rusa kecil yang manis, imut sekali kamu, namamu siapa?” tanya seekor lebah “Namaku Ruru, bisa aku bertemu dengan Ratu Baba?” kata Ruru “Tentu bisa, ikuti aku, Ratu sedang mencari pohon yang bagus” jawab lebah itu.


Ruru terus mengikuti lebah, tidak jauh dari situ, mereka sudah menemukan Ratu Baba yang sedang mengelilingi pohon “Halo yang terhormat, Ratu Baba” sapa Ruru “Eh hai, siapa namamu? Aku sedang mencari pohon untuk kami pasangi sarang lebah sebagai tempat penghasil madu untuk kami jual ke para beruang” kata Ratu Baba “Namaku Ruru, oh ya, bolehkah aku membantu kalian membuat sarang? Ngomong-ngomong pohon yang bagus ada didekat rumahku Ratu, kayunya kuat, dan daunnya segar” jelas Ruru “Wah wah wah, boleh, terima kasih ya Ruru” kata Ratu Baba yang merasa sangat tertolong. Ratu Baba sangat senang setelah melihat sendiri lokasi pohon yang ditunjukkan oleh Ruru, "Nah sempurna, di pohon ini kami akan membangun sarang." kata Ratu Baba diikuti sorakan seluruh kawanannya. Setelah memberikan beberapa perintah pada para pekerja, Ratu Baba menunjukkan pada Ruru bagaimana cara membuat sarang lebah, “Sulit ya?” tanya Ruru setelah mendengar penjelasan dari Ratu Baba “Tidak kok, kamu coba dulu deh” jawab Ratu. Rurupun mulai mencoba melakukan apa yang diajarkan oleh Ratu Baba dengan bersemangat bersama dengan lebah pekerja lainnya.


Tetapi, hari demi hari sarang lebah Ratu Baba tidak menunjukkan banyak perubahan “Bagaimana ini, bisa-bisa rencana kita membuat toko madu gagal…” kata Ratu Baba yang mulai panik, karena sarang lebah mereka harus sudah jadi seminggu kedepan, sedangkan saat ini setengah saja belum jadi. Bagaimanapun itu Ruru masih ingin membantu, padahal, telapak tangan Ruru terlalu besar sehingga tidak bisa membuat detil pada sarang lebah yang kecil. “Ruru, aku menghargai bantuan kamu, tetapi apakah tidak lebih baik kalau Ruru bantu yang lain saja?” ingat pangeran lebah suatu sore saat mereka sedang bekerja “Tentu tidak, sebagai tetangga aku mau membantu, aku kuat, aku pasti bisa melakukan pekerjaan mudah ini” kata Ruru dengan sedikit lantang, pangeran lebah hanya bisa menghembuskan napas dan tertunduk kesal.


Sudah tinggal dua hari lagi sebelum toko madu harus sudah siap dibuka “Aduh bagaimana ini.. Tidak ada kemajuan juga!” keluh Ratu Baba dengan kesal dan panik, pangeran lebahpun ikut marah, para lebah pekerja ikut panik sambil terbang berputar-putar dengan tergesa-gesa, para juru masak ikut khawatir rencana mereka akan gagal, dan para anak lebah menangis karena orang tua mereka sibuk bekerja sedangkan mereka butuh makanan. Melihat keadaan yang kacau itu, Ruru jadi bingung dan takut karena ia merasa bersalah. Ruru berpikir “Sepertinya pangeran lebah betul, aku tidak bisa membantu, ini bukan tempat dan keahlianku” pikir Ruru “Ratu, saya usul, bagaimana kalau saya undur diri, sepertinya karena telapak tanganku yang terlalu besar, jadi aku tidak bisa membantu merangkai sarang lebah, dan para lebah lainpun jadi terhalang oleh tanganku, maaf Ratu, saya izin pulang ya” kata Ruru sambil tertunduk malu dan berjalan pulang, Ratu Baba tak mampu mencegahnya. Di tengah perjalanan, tiba-tiba Ratu Baba menyusul Ruru, katanya “Ruru, apakah kamu masih mau membantu?”, Rurupun terkejut, “Hah apa maksudmu? Aku tidak mampu membantu kalian…” kata Ruru dengan sedih. “Ruru, tanganmu yang besar dan kuat itu memang tidak dapat membuat sarang lebah yang kecil, tapi kamu bisa membantu kami menjadi pengantar madu, kami ini lebah kecil, kami kekurangan tenaga pengantar madu, kamukan jauh lebih kuat dari kami, bagaimana kalau kamu kirimkan toples-toples madu kepada keluarga beruang pelanggan setia kami?” usul Ratu Baba sembari tersenyum. Seketika, semangat Ruru kembali bangkit “Kalau begitu, oke aku siap” kata Ruru sambil meloncat-loncat bahagia.


Untungnya, walaupun dengan kerja keras dan lembur, toko madupun berhasil diselesaikan tepat waktu oleh para lebah yang tak kenal lelah, akhirnya Ruru ikut membantu dengan mengirimkan toples madu pada keluarga beruang setiap pagi dan sore. Suatu hari, Ratu Baba berkata kepada Ruru “Dengan hormat, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sudah kamu berikan, kami ingin memberi kamu setoples madu terbaik kami sebagai tanda terima kasih” sambil menyodorkan madu segar buatan mereka “Terima kasih banyak Ratu, maaf ya waktu itu aku terlalu memaksakan diri untuk membantu kalian melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan keahlianku, sehingga toko madu kalian hampir tidak jadi.” kata Ruru sambil menerima madu mereka dengan senang, Ratu Baba, pangeran lebah, para lebah pekerja, dan juru masak lebah serta anak-anak lebahpun ikut tersenyum.

- Bandung, 24 Juli 2021 (Lulu)


Amanat Cerita: 1. Tidak memaksakan diri jika tidak mampu. 2. Mengetahui kekurangan diri kita. 3. Bekerja sama dan saling melengkapi sesuai kemampuan akan membuat hasil jadi lebih baik. 4. Jujur dan mengakui kekurangan atau kesalahan kita. 5. Mau mendengarkan nasihat orang lain. 6. Berterima kasih jika sudah dibantu. 7. Tidak mudah mengeluh. 8. Mau membantu sesama.

 
 
 

Comments


TENTANG CERPENKU

Cerpenku menyediakan berbagai macam cerita seru untuk semua umur sebagai kegiatan di masa pandemi.
 

Ayo kirimkan karya pribadimu melalui form ini. Ada e-sertifikat menarik untuk setiap karya yang dimuat.

SUBSCRIBE 

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan notifikasi jika ada cerita baru.

Thanks for subscribing!

© 2021 Cerpenku ● Terms ● Disclaimer 

bottom of page