top of page
Search

Rurung Bukan Burung Biasa

  • Writer: Cerpenku
    Cerpenku
  • Jul 15, 2021
  • 3 min read


Kukuruyuuukkk.. Sudah terdengar suara si ayam jago yang keren di pagi hari di rumah Budi, anak lelaki berambut keriting yang suka mengoleksi burung. Hoam.. Rurung burung gereja liar yang ditangkap dan dipelihara Budi sejak 4 bulan yang lalu itu terbangun dari tidurnya mendengar suara kokokan ayam. “Saatnya maaakkaaaann” kata Budi kepada burung-burungnya sambil berlari-lari di sekitar kandang burung, “Jangan lari-lari, Budi..” tergur mama Budi yang sedang memasak di dapur. Tanpa mendengarkan teguran mamanya, Budi langsung membuka kandang ayam dan memberi segenggam dedak untuk satu ayam. Lalu Budi berpindah ke kandang Rurung dan teman-temannya, Budi hanya memberi biji buah bekas makan siang Budi kemarin. Dan akhirnya Budi membuka kandang cantik Lala si Kakak Tua dan memberi Lala segenggam pelet burung yang sangat mahal. Lalu Budi melepaskan Rurung dan teman-teman sejenis Rurung untuk bertengger di tenggeran burung di pagi yang sangat dingin itu. “Jadi Lala pasti sangat seru, tak pernah disuruh bertengger di tenggeran burung kotor ini dengan hawa yang dingin sekali atau bahkan panas sekali, diberikan kandang bagus yang terbuat dari kayu mahal, sungguh-sungguh nyaman jadi Lala, bahkan disukai banyak burung disekitarnya” pikir Rurung. Malam pun tiba, Rurung terlelap, tiba-tiba, Lala mendatangi kandang Rurung “Rurung, aku bosan jadi Kakak Tua.. Maukah kamu bertukar posisi denganku, untuk selamanya juga boleh kok”, tawar Lala “Pasti mau” jawab Rurung dengan lantang, “Jangan teriak-teriak, oh ya, jangan sampai ketahuan Budi ya” Lala mengingatkan, “Siap” kata Rurung, seketika Rurung berubah wujud menjadi Kakak Tua yang cantik “Terima kasih Lalaaaa..” kata Rurung dengan sangat bersyukur, Lala hanya mengganguk senang. Pagi sudah tiba, seperti biasa, ayam jago berkokok, Rurung yang sudah menjelma menjadi Kakak Tua tak sabar memulai harinya. Budi lari ke halaman untuk memberi makan para burung, ia membuka kandang Rurung dan menyodorkan pelet, saat Rurung menyantapnya, ia sedikit terkejut “Argh.. Kok rasanya aneh begini.. Tidak ada rasanya.. Peh” batin Rurung, ia langsung memuntahkan makanannya. Saat Lala dan para burung gereja lainnya mulai asyik mengobrol di tenggeran, Rurung mengeluh lagi “Enak dia bisa bertengger disitu, dengan hawa sejuk seperti ini lagi, aku juga ingin mengobroooll..” keluh Rurung dalam hati, saat sore tiba Rurung mulai kesal lagi “Dan kok sempit sekali sih kandangnya, kayunya kasar, tidak seempuk kandang burung gereja”. Tiba-tiba, setelah Budi terlelap, teman-teman burung mendatangi kandang Rurung untuk melihat kecantikan Rurung si Kakak Tua, mereka asik ngobrol sambil sekali tertawa-tawa, “Kalau begini terus aku tak bisa tidur dong, Budi tidak menutup kandang mereka dengan benar sih, bayangkan jika aku menolak tawaran Lala, aku tidak akan hidup selamanya sesulit ini” sesal Rurung, tiba-tiba, Lala juga mendatangi Rurung “Lala, kita tukar posisi lagi yuk” bisik Rurung “Tidak mau, aku sudah senang menjadi burung gereja” kata Lala “Kok jadi begini.. Aku tidak mauuu.. Kembalikan aku ke tubuhku..” teriak Rurung sekuatnya. “Rurung bangun hei, bagun..” tiba-tiba terdengar suara temannya “Fiuh, ternyata hanya mimpi, syukurlah tubuhku masih tubuh burung gereja” kata Rurung dalam hati “Ternyata, bagaimanapun aku, meski kotor, diberi makanan sisa-sisa, diberi kandang dengan kayu jelek, disuruh setiap hari bertengger di tenggeran jorok dengan hawa yang sangat dingin atau sangat panas, ini tetap aku, aku akan menjadi burung luar biasa bukan dengan kemewahan dan barang-barang mahal, tetapi dengan bagaimana aku bisa menyikapi kehidupanku apa adanya” kata Rurung pada dirinya sendiri. Sejak itu, Rurung tidak pernah iri dengan Lala lagi.

- Bandung, 14 Juli 2021 (Luna)


Pesan Moral: - Syukuri keberadaan kita apa adanya. - Jangan merasa iri terhadap apa yang didapat orang lain. - Jangan anggap remeh kehidupan kita sekarang, kehidupan kita dapat berubah sewaktu-waktu.


 
 
 

Comments


TENTANG CERPENKU

Cerpenku menyediakan berbagai macam cerita seru untuk semua umur sebagai kegiatan di masa pandemi.
 

Ayo kirimkan karya pribadimu melalui form ini. Ada e-sertifikat menarik untuk setiap karya yang dimuat.

SUBSCRIBE 

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan notifikasi jika ada cerita baru.

Thanks for subscribing!

© 2021 Cerpenku ● Terms ● Disclaimer 

bottom of page