top of page
Search

Empat Anak Harimau

  • Writer: Cerpenku
    Cerpenku
  • Jul 8, 2021
  • 2 min read


Di suatu hutan yang rimbun, tinggallah 4 anak harimau bernama Belang, Putih, Oren, dan Yellow. Keempatnya selalu menunggu-nunggu kapan saatnya mereka bisa menyusuri hutan yang misterius itu. Mereka terus tumbuh hingga akhirnya cukup umur dan diijinkan orangtuanya untuk menjelajahi hutan. Semuanya bersemangat untuk memulai petualangan. Tetapi Oren tidak setuju, Oren sombong ingin mejelajah hutan sendiri karena dia berbadan paling kekar dan tidak ada satupun temannya yang berwarna Oren seperti dia.

Karena beberapa hari Oren tidak terlihat, ketiga temannya sangat cemas, Yellow berkata “Apa yang terjadi dengan Oren ya?”. Mereka bersama-sama berkeliling hutan untuk mencarinnya. Sampai malam, Oren masih belum tampak juga, akhirnya mereka lelah dan memutuskan untuk melanjutkan pencariannya esok hari. Di tengah perjalanan pulang, mereka mendengar suara rintihan dari pondok pemburu. Mereka mengendap-endap mendekati asal suara itu. Ternyata, Oren sedang duduk dan menangis di dalam kerangkeng, “Hei teman-teman, lihat, itu kan Si Oren!” bisik Belang, “Ayo, kita bantu dia!”.

Dari jendela, tampak dua pemburu sedang makan malam di dalam pondok itu. Mereka bertiga diam-diam masuk lewat pintu belakang. Tetapi karena Yellow yang termuda di antara mereka tidak sengaja menendang kaleng di lantai, pemburu itu kaget dan berteriak, “Nahh, kita dapat tiga anak harimau lagi untuk kita jual!”. Karena terdesak, Belang berusaha untuk mencakar pemburu pertama, tetapi karena Belang lamban, sang pemburu berhasil menendangnya, Belang terjatuh, tapi hal itu tidak menurunkan semangat mereka untuk menyelamatkan sahabatnya. Putih yang paling seram menggeram dan berusaha menggigit pemburu yang membawa senjata dan pemburu itu berhasil jatuh. Yellow menabrak pemburu pertama dari belakang sampai kunci kerangkeng jatuh. Tanpa pikir panjang Belang yang masih terkapar langsung bankit dan menggambil kunci tersebut untuk membuka kerangkeng, “Ayo Oren, keluar dari situ, cepat kita pulang sebelum pemburu itu menangkap kita semua!” seru Belang, Oren gembira sekali melihat ketiga temannya muncul di depan kerangkeng. Mereka berempat langsung lari meninggalkan pondok pemburu bersama-sama.

Ditengah jalan mereka kelelahan dan beristirahat sebentar di bawah pohon besar. Oren meminta maaf kepada ketiga temannya dengan rasa malu karena dia tidak mau berpetualang bersama-sama dengan ketiga temannya, teman-temannya pun memaafkan Oren. Oren sangat menyesali kesombongannya.



– Bandung, 11 Januari 2021 (L. Nataniela)

PESAN MORAL:

  1. Setiakawan tidak pandang suku, budaya, agama, warna kulit, dll.

  2. Jangan sombong karena memiliki kelebihan, kelebihan yang kita miliki sebaiknya digunakan untuk saling melengkapi dan menolong sesama.

  3. Mau memaafkan dan membantu sesama.



 
 
 

Comments


TENTANG CERPENKU

Cerpenku menyediakan berbagai macam cerita seru untuk semua umur sebagai kegiatan di masa pandemi.
 

Ayo kirimkan karya pribadimu melalui form ini. Ada e-sertifikat menarik untuk setiap karya yang dimuat.

SUBSCRIBE 

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan notifikasi jika ada cerita baru.

Thanks for subscribing!

© 2021 Cerpenku ● Terms ● Disclaimer 

bottom of page