Kaktus yang Sombong
- Cerpenku

- Jul 9, 2021
- 1 min read
Updated: Jul 12, 2021

Di sebuah rumah dua lantai yang terbuat dari kayu, tinggallah nenek bersama Mimi, kucingnya yang berwarna abu-abu. Suatu hari, Mimi terbangun dari tidur siangnya, Mimi menguap lebar dan meregangkan tubuhnya, anak kucing yang dipungut oleh nenek di pinggir jalan itu menatap dengan bingung karena di sebelahnya ada kaktus. Memang, karena kaktus itu baru saja dibeli oleh nenek, dan itu pertama kali Mimi melihat kaktus.
Kaktus itu sangatlah indah tapi berduri tajam, diatasnya, tumbuhlah bunga merah cantik yang menghiasi tubuhnya, kaktus merasa dirinya hebat karena Mimi sampai terkagum-kagum, “Hei, anak kecil, apa maumu? Senang bisa melihatku hah?” kata kaktus, Mimi mulai menganggukkan kepalanya yang imut. Kaktus merasa dirinya hebat, banyak anak-anak di desa yang sering datang ke rumah nenek untuk bermain, dan selalu mengagumi kaktus. Lama-lama, semua anak yang menyentuh kaktus ditusuknya, karena kaktus tidak suka disentuh, “Hei, jangan sembarangan menyentuh, nanti bungaku kotor tahu!”, diucapkannya dengan penuh amarah. Begitu selalu kejadiannya, Mimi selalu melirik saat kaktus mulai berkata sombong, “Wah, hebat sekali kau kaktus, selalu sombong dan menyakiti anak-anak, aku mau tahu dong caranya menjadi sombong seperti itu.” sindir Mimi.
Suatu pagi, saat kaktus bangun dari tidurnya yang lelap, ia kaget melihat bunga diatas kepalanya layu. Mimi tertawa terbahak-bahak, “Siapa suruh berujar sombong di depan orang-orang, hahaha.”. Setelah nenek mengetahui bunga kaktus yang layu, nenek segera menaruhnya di taman belakang. Nenek melihat keadaan kaktus dengan sedih dan kecewa, padahal, nenek sudah merawat kaktus dengan susah payah, tapi apa boleh buat, semua bunga kaktus memang akan layu.
- Bandung, 20 April 2021 (L. Nataniela)
Pesan Moral:
1. Jangan sombong apalagi menyakiti orang lain.
2. Tidak mengejek orang yang sedang dalam kesulitan.



Comments