top of page
Search

Masa Depan Pantai Keong

  • Writer: Cerpenku
    Cerpenku
  • Jul 8, 2021
  • 2 min read

Updated: Jul 9, 2021



Vivi anak perempuan 7 tahun yang tinggal di pulau Kelapa, di tepi sebuah pantai bernama pantai Keong. Setiap hari Vivi selalu berjalan-jalan di pantai, udaranya sejuk, dan selalu menjadi tempat bermain anak-anak sekolah dasar di desanya. Sejak Vivi lahir, orangtuanya membuka usaha persewaan kapal. Pada suatu pagi, hal yang mengejutkan terjadi pada Vivi.

Seperti biasa Vivi mengawali paginya dengan membuat susu hangat di dapur rumah kecilnya sambil melihat keindahan pantai Keong melalui jendela. Saat Vivi beranjak kedepan, ia melihat ibunya sedang duduk di teras. Memang itu kebiasaan Ibu sebelum pergi bekerja, duduk sebentar di teras. Ibu berkata, “Vivi, apakah kamu tidak menyadari ada yang tidak beres dengan laut ini?”, Vivi hanya bisa memandang laut dan menggelengkan kepalanya sambil menyeruput susu hangat di gelasnya. Ibu menghembuskan napas dan diam untuk beberapa deitk, lalu berkata lagi, “Sekarang kamu sudah biasa sekali ya melihat laut yang seperti itu.” sambil menatap laut, “Padahal kamu tidak pernah melihat air laut yang berwarna biru cerah.”, Vivi langsung menaruh susu hangatnya ke meja kayu di depannya, lalu berkata “Memang apa bedanya dengan dulu?”, tanpa mengatakan apapun ibu langsung pergi untuk bekerja. Vivi sangat bingung dengan sikap ibunya. Akhirnya malam pun tiba, pukul 8 Vivi duduk di ranjang bambunya yang walaupun kurang empuk tapi cukup nyaman lalu menarik selimutnya karena malam itu betul-betul dingin. Vivi masih penasaran dengan kata-kata ibunya. Tak lama kemudian Vivi terlelap.

Tepat pukul 12 malam ibunya berkata pada Vivi, “Inilah gambaran waktu ibu masih kecil.”, terlihat sebuah gambar yang tampak agak pudar, airnya betul-betul bersih dan jernih, berbeda dengan apa yang sering dilihat Vivi, “Dan inilah nanti jika kamu sudah besar,” kata ibu sambil menunjukkan gambar lainnya, terlihat air begitu tercemar dan banyak sekali ikan-ikan mati berserakan. Vivi bertanya lagi “Tapi, apakah kita bisa mengubah masa depan?”, “Ya, tentu saja bisa” jawab ibu. Sesaat Vivi terdiam tak percaya dan melongok ke jendela, ia melihat banyak orang sedang memunguti ikan yang terkapar di pantai mati karena polusi, persis seperti yang ditunjukkan ibunya.

Tiba-tiba jantungnya berdebar dan dia terjaga dari tidurnya, “Fiuhh.. leganya.. ternyata cuma sekedar mimpi.. tapi jangan-jangan itu.. itu.. betul ya?” kata Vivi dalam hatinya, Vivi mencoba menyakinkan dirinya dengan melongok lagi ke jendela di dekat ranjangnya, pantai Keong masih seperti biasanya.

Vivi lega dan berkata dalam hatinya “Aku akan berusaha untuk menjaga air laut pantai Keong, aku harus.. HARUS!, aku tidak mau apa yang tampak di mimpiku benar-benar terjadi. Aku berjanji untuk tetap menjaga keindahannya, kalau bukan aku siapa lagi?”.



- Bandung, 12 Januari 2021 (L. Nataniela)



Cerpen ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai 50 peserta terpilih dalam rangka "Sayembara Hari Dharma Samudera" 15 Januari 2021 yang diadakan oleh Direktorat Sekolah Dasar.



 
 
 

Comments


TENTANG CERPENKU

Cerpenku menyediakan berbagai macam cerita seru untuk semua umur sebagai kegiatan di masa pandemi.
 

Ayo kirimkan karya pribadimu melalui form ini. Ada e-sertifikat menarik untuk setiap karya yang dimuat.

SUBSCRIBE 

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan notifikasi jika ada cerita baru.

Thanks for subscribing!

© 2021 Cerpenku ● Terms ● Disclaimer 

bottom of page