top of page
Search

Pino si Pengacau

  • Writer: Cerpenku
    Cerpenku
  • Jul 12, 2021
  • 3 min read


Tersebutlah di suatu hutan yang sangat teduh, hidup sekelompok warga hutan. Mereka hidup rukun dan tolong menolong. Pohon-pohon tumbuh dengan subur. Ada aliran sungai yang sangat jernih di tengah hutan tersebut yang mereka gunakan untuk keperluan hidup mereka.


Suatu hari, keadaan hutan yang damai dikacaukan oleh perbuatan seekor serigala bernama Pino. Ia berambisi untuk menguasai seluruh isi hutan. Untuk mewujudkan keinginannya, ia menggunakan cairan ramuan yang dapat mencelakakan semua warga hutan.


Pada suatu malam Pino melakukan aksinya. “Hm..malam ini aku harus mewujudkan impianku,” gumam si Pino, sambil mengendap-endap berjalan ke arah sungai. “Aku harus mencampurkan ramuan ini ke dalam sungai, maka besok pasti akan terjadi kekacauan, ha..ha..ha..”.


Keesokan harinya di pagi hari, saat matahari bersinar terang, Boni kuda dan Ciko angsa berjalan menuju sungai hendak mandi. “Hai Ciko..ayo kita mandi di sungai biar badan kita segar". “Iya nih, aku juga ingin mandi dan berenang di sungai”. Ketika mereka sampai di sungai, ternyata teman-teman mereka yaitu Bonti si kera dan Koki si tupai sedang asyik mandi dan bersenda gurau di sungai. “Hai Boni dan Ciko, ayo turun ke sungai kita mandi bersama”. "Iya, kami memang mau mandi”, kata Ciko. Mereka asik bermain-main air, hingga tidak menyadari si Pino serigala sedang mengintip mereka dari balik semak-semak.


Setelah selesai mereka pulang dari ke rumah masing. Boni si kuda mulai merasakan gatal-gatal di badannya. “aduh, badanku gatal semua, kenapa ya? Aku mau ke rumah Ciko saja, siapa tahu Ciko bisa menolongku”. Namun saat tiba di rumah Ciko, Boni sangat terkejut melihat bulu-bulu Ciko rontok semua. “Apa yang terjadi”, tanya Boni. “Aku tidak tahu, sehabis mandi tadi badanku gatal semua, sampai buluku rontok,” cerita Ciko sambil menangis.


Kemudian Boni dan Ciko pergi untuk meminta bantuan. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Bonti dan Koki yang mengalami nasib yang sama. Pada saat yang sama, muncul Polo si kelinci. “Apa yang terjadi dengan kalian?” tanya Polo keheranan. Mereka pun menceritakan peristiwa yang mereka alami.


Ternyata hal ini hampir dialami oleh sebagian besar warga hutan. “Hm sepertinya ada yang janggal. Aku akan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi”. Malam harinya Polo pergi ke sungai. Namun ketika hendak mendekati sungai, dia melihat Pino menuangkan cairan dari sebuah botol ke sungai. “Sekarang aku tahu penyebabnya! rupanya dia pelakunya! Aku akan memberi Pino pelajaran agar dia jera”.


Keesokan harinya, Polo menemui Pino dan menawarkan kerja sama untuk menghancurkan hutan. “Buat apa aku kerja sama denganmu, aku sudah melakukannya sendiri! Aku sudah meracuni air sungai dan hanya aku yang punya penawarnya ha ha ha!” Pino tertawa sambil memperlihatkan penawarnya.


Suatu hari ketika Pino sedang berjalan, dia terjebak ke dalam lubang yang dibuat oleh pemburu. Dia berteriak minta tolong , namun tidak ada yang mendengar. Polo yang kebetulan sedang lewat mendengar teriakan Pino. Polo segera menghampiri lubang itu. Ketika melihat Polo, Pino minta tolong. Polo bersedia menolong dengan satu syarat yaitu menyerahkan obat penawar. Namun, Pino menolaknya. Polo pun berlalu dan dia menggunakan kesempatan ini untuk menemukan obat penawarnya.


Setelah obat penawar ditemukan, Polo segera menemui teman-temannya untuk memberikan obat penawar dan menceritakan pelakunya. Akhirnya penyakit yang diderita teman-temannya sembuh. Adapun Pino tertangkap oleh pemburu karena tidak ada satu pun teman yang menolongnya. Keadaan hutan pun kembali aman dan tenteram


- Bandung, 2021 (The Humble Boy)


Amanat cerita:

Kita harus bersikap baik dan jujur kepada semua orang, jangan mengkhianati pertemanan karena akan mencelakakan diri kita sendiri. Saling menolong juga sangat dibutuhkan dalam berteman. Jadilah pribadi yang membawa kebaikan untuk banyak orang.

 
 
 

Comments


TENTANG CERPENKU

Cerpenku menyediakan berbagai macam cerita seru untuk semua umur sebagai kegiatan di masa pandemi.
 

Ayo kirimkan karya pribadimu melalui form ini. Ada e-sertifikat menarik untuk setiap karya yang dimuat.

SUBSCRIBE 

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan notifikasi jika ada cerita baru.

Thanks for subscribing!

© 2021 Cerpenku ● Terms ● Disclaimer 

bottom of page