Sisi dan Roket Impiannya
- Cerpenku

- Jul 10, 2021
- 3 min read
Updated: Jul 11, 2021

Suatu hari di Hutan Hijau, Ruru si rusa jantan yang gagah sedang berjalan-jalan sambil menyombongkan tanduknya yang indah, ia berpapasan dengan Sisi, siput lamban berwarna coklat yang sedang tertidur di atas batu, “Bwahahahaha, ngapain disitu aja?? Udah tingkah lakunya kaya batu, diem aja, warnanya juga sama, hahaha” ejek Ruru kepada Sisi, seketika Sisi bangun dari tidurnya, walaupun agak kesal, Sisi tidak menjawab ejekan Ruru, ia hanya pergi meninggalkan tempat itu dan masuk ke lubang tempat ia tinggal.
Malam harinya, Sisi berkata dalam hati “Bayangkan jika aku memiliki roket untuk terbang ke bulan, si Ruru itu pasti terkejut”, esok harinya, Sisi menggambar sketsa roketnya di atas batu coklat yang sudah berlumut, tempat biasa Sisi bersantai-santai. Tiba-tiba, datang lagi Ruru, lalu berkata “Semakin hari semakin lucu aja ya, kemarin malas-malasan, sekarang ingin bikin roket segala.. Meh..” ejek Ruru sambil mengambil kertas Sisi dan membuangnya. Sisi begitu sedih, tetapi Sisi tidak mudah menyerah, siput manis itu kembali membuat sketsa baru, kali ini di dalam lubang agar tidak terganggu oleh Ruru atau hewan lainnya.
Meskipun lama, Sisi masih ingin terbang ke bulan untuk membanggakan nama hutannya. Setiap hari, Ruru tidak bosan-bosannya menyindir dan mengejek Sisi sambil bersantai-santai di bawah pohon pisang dilayani oleh para monyet sambil mengedipkan mata kepada Sisi tanda mulai mengejek lagi. Selalu saja, Sisi digagalkan Ruru saat Sisi ingin pergi ke rumah burung hantu yang pintar untuk bertanya dan mengumpulkan data, menghancurkan rancangan Sisi saat Sisi sedang membuat rancangan roket, menyebarkan gosip tentang Sisi, bahkan membuat Sisi putus asa.
Tiba-tiba, Sisi terdiam dan duduk, Sisi berpikir, mungkin ada benarnya juga ya, masa siput ingin pergi ke bulan, Sisi hampir menangis, ia sudah putus asa dan mulai merasa bahwa semua ini sia-sia. Saat Sisi sedang menangis, datanglah Kenu si Kolibri kecil yang baik hati, “Jangan putus asa begitu saja, siput bisa memiliki impian yang besar, jangan putus asa hanya karena Ruru, semangat terus ya!” kata Kenu “Tetapi Kenu, lihatlah, aku kecil dan lamban, mana bisa aku membuat roket, mustahil!” bantah Sisi, Kenu langsung bercerita “Bisa kok, lihat saja nanti, jangan pikirkan apa yang Ruru katakan, saudaraku adalah burung kolibri yang sangat kecil, bahkan lebih kecil dariku, dia bisa terbang lebih cepat dan lebih lincah dari aku lho, karena tekun berlatih.”, “Ayo semangat, jangan putus asa hanya karena gangguan Ruru, aku akan selalu mendukungmu Sisi.” tambah Kenu “Oh iya, gimana kalau nanti aku bantu kamu mengumpulkan data? Kamu tulis saja surat untuk burung hantu, lalu aku yang antar!” kata Kenu, mencoba membantu Sisi, Sisi menggangguk bahagia dan berterima kasih.
Ditengah perjalanan pulang, Sisi bertemu Gogo si gorila yang kuat, “Lho Sisi, kok lesu? Ada apa denganmu?” kata Gogo saat melihat Sisi yang berjalan pulang dengan lesu, “Eh, Gogo, iya, aku sedih karena Ruru si rusa mengejekku terus-terusan saat aku ingin membuat sebuah roket” jawab Sisi, Gogo hampir tertawa karena menurutnya impian Sisi mustahil, tapi akhirnya Gogo berubah pikiran, “Sisi, semangat terus ya, aku yang lebih tua pun kalah lho dengan adikku kalau soal mesin, dia rajin belajar sih, eh iya, bagaimana kalau kubantu kau mengumpulkan bahan-bahan berat untuk roket mu itu? Aku ini kuat lho” tawar Gogo, Sisi senang mendengarnya “Baik, kita kerja sama-sama ya!” kata Sisi dengan senang, Gogo juga ikut senang melihat Sisi bersemangat kembali.
Hari demi hari, Gogo membantu Sisi mengangkat beban yang berat, Gogo juga mengajak adik Gogo yang pintar dalam hal mesin untuk membantu Sisi membuat mesin roket, tidak lupa Keni yang selalu mengantarkan surat-surat Sisi ke burung hantu yang selalu bersedia berbagi ilmu dengan senang hati.
Beberapa bulan kemudian, roket Sisipun jadi, tidak lupa ia melakukan uji coba keamanan roket, setelah dipastikan aman, Sisi mengajak semua teman-temannya, saat mereka akan berangkat, mereka melihat Ruru yang tertunduk sedih dan malu. Tak disangka, Sisi bahkan bertanya, “Ruru, kamu mau ikut kan?”, mendengar perkataan teman yang suka diejeknya itu, Ruru jadi makin malu, “Sisi, kau benar mau mengajakku setelah apa yang kulakukan terhadapmu selama ini?”, “Sudahlah, lupakan itu, yuk naik!” balas Sisi sambil tetap tersenyum, Ruru senang dan tidak lupa meminta maaf “Maafkan aku ya Sisi…”, akhirnya mereka pergi berkeliling ke luar angkasa bersama-sama.
- Bandung, 10 Juli 2021 (L. Nataniela)
Pesan Moral: - Jangan merundung/mengejek orang lain. - Jangan sombong dengan apa yang kita miliki saat ini. - Jangan mudah putus asa atau menyerah. - Kita tidak dapat hidup sendiri, kita membutuhkan bantuan orang lain. - Tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan, sebisa mungkin membalas kejahatan dengan kebaikan.



❤️