Persahabatan Bawah Laut (Part 1)
- Cerpenku

- Jul 10, 2021
- 2 min read
Updated: Jul 12, 2021

Di dalam laut Pulau Kelapa yang jernih, tidak terlalu jauh dari Pantai Keong, tinggal berbagai jenis makhluk hidup yang berwarna-warni, ada yang merah, hijau, oranye, ada yang meyerupai warna terumbu karang, warna tanah, bahkan warna laut! Di antara mereka semua, tinggal anemon kecil lucu yang berwarna hijau bernama Emon, setiap hari, Emon selalu diam melihat lautan yang begitu indah, karena, apa boleh buat, Emon tidak bisa berpindah tempat kemana saja semaunya lantaran ia hanyalah tumbuhan.
Suatu Minggu pagi, di saat para nelayan tidak sedang sibuk memancing ikan, Emon melihat ada sekelompok ikan kecil oranye dengan garis putih dan hitam melintang sepertinya mereka sedang bertamasya berkeliling laut sambil bersenda gurau, di antaranya ada anak ikan yang mendekat menuju kearah Emon dan berkata “Hei anemon, ya kan, kamu anemon? siapa namamu? Aku Nemo si anak ikan badut, mau berteman denganku?”, “Wah, kebetulan sekali, aku sendirian dan tidak memiliki teman, kamu betul, aku Emon si anemon, senang berkenalan denganmu, Ne.. ehh, siapa namamu tadi?” jawab Emon, “Hahahahah.. aku Nemo, Emon, nama kita mirip ya..”.
Semakin lama, persahabatan mereka kian mengerat, mereka juga berkenalan dengan teman baru, mau berbagi dan saling berkenalan, bahkan kepada anak hiu dan bayi ikan buntal! Yang sebenarnya agak menakutkan bagi mereka.
Suatu hari saat Emon dan Nemo sedang mengobrol sambil menikamti suasana laut di sore hari. Tiba-tiba, Nemo berkata “Hei Emon, Emon, aku punya ide nih..”, “Wah, ide apa itu?” tanya Emon dengan penasaran, “Wahh itu ide bagus Nemo, hihihi, keren keren keren…” jawab Emon lagi dengan bersemangat setelah mendengar bisikan Nemo. Setelah itu, Nemo pergi meninggalkan Emon untuk menjalankan rencana mereka. Kira-kira, apa rencana mereka yah?
Ternyata Nemo berenang berkeliling dan bertemu Pipi si anak kepiting merah, “Hai Pipi kepiting, seperti biasa, penampilanmu keren banget lho, aku jadi iri, hehe..” kata Nemo padanya, “Hehe, Nemo bisa aja ihh..” balas Pipi dengan malu, “Ayo kita berjalan-jalan sore hari, ngapain di rumah aja?”, Nemo mengajak Pipi berenang, tak lama mereka berhenti untuk mengobrol di bawah Emon si Anemon, saat mereka sedang mengobrol, saatnya Emon beraksi sesuai rencana, Emonpun menelan Pipi dalam satu kali tangkapan. “Nah, itu baru namanya Emon yang gagah!” puji Nemo, Emon pun tersenyum bahagia bercampur bangga. Emonpun membiarkan Nemo memakan cacing-cacing kecil yang tinggal di sela-sela Emon. Kian hari, mereka saling membantu untuk memakan teman-teman mereka termasuk saudara mereka sendiri. “Lain kali, kita coba menangkap mangsa yang lebih besar ya Nemo, mungkin lumba-lumba, hiu, atau gurita, aku sudah bosan memakan kepiting kecil, hahaha…” Nemopun mengiyakan sambil tertawa.
Tetapi suatu hari saat Nemo dan Emon sedang tertawa dan bersenang-senang karena taktik mereka menangkap mangsa selalu berhasil, datang dua nelayan dari pantai membawa jaring yang besar, seketika Nemo dan Emon yang tidak siap merasa panik, tetapi apa boleh buat, mereka telah masuk ke dalam jaring nelayan itu, Emon diam tak mampu berbuat apapun, sementara Nemo memberontak, berteriak-teriak sekuatnya dan menggeliat-geliat tanpa hasil.
- Bandung, 9 Juli 2021 (L. Nataniela)
Bersambung ke Part 2



Comments