top of page
Search

Persahabatan Bawah Laut (Part 2)

  • Writer: Cerpenku
    Cerpenku
  • Jul 10, 2021
  • 3 min read

Updated: Jul 12, 2021



Sambungan dari Part 1


Di tengah kesulitan itu, tiba-tiba, datanglah Pupu, saudara Pipi kepiting yang pernah dijebak Nemo dan dimakan Emon, mungkin karena mendengar teriakan putus asa Nemo, Pupu yang merasakan ada bahaya segera memanggil dengan bahasa insyarat lumba-lumba, hiu yang gagah dan gurita merah muda yang cantik yang juga mendengar isyarat Pupu ikut datang, mereka bersama saling membantu Nemo dan Emon, Pupu yang mengarahkan teman-temannya, para lumba-lumba menguncangkan perahu sampai terbalik, si gurita menyemprotkan tinta kepada dua nelayan agar pandangan para nelayan itu terhalangi, dan si Hiu yang bergigi tajam menggigiti jaring sampai akhirnya Emon dan Nemo berhasil lolos dan selamat. Kaki Emon terluka parah karena dicabut paksa, sebagian kulit Nemopun terluka karena gesekan jaring yang tajam. Para nelayan yang hampir tenggelam ketakutan dan buru-buru kembali ke darat, kali ini tanpa hasil.


Berkat bantuan teman-temannya, mereka selamat, Emon dapat tumbuh lagi dengan sehat meskipun sempat tercabut dari tanah. Sesaat, Nemo dan Emon berkata dalam hati, “Padahal, teman-teman yang membantu kita adalah teman-teman yang selama ini kita sakiti, bahkan kita jadikan bahan santapan. Mereka tetap tersenyum bahkan membantu kita, tanpa mereka, kita tidak akan hidup seperti ini lagi, ternyata teman-teman ini adalah teman-teman yang bisa saling melengkapi dan tidak balas dendam. Mereka betul-betul teman yang baik. Tak disangka kita memiliki teman seperti mereka.”, Nemo dan Emon memeluk teman-temannya dan meminta maaf, serta berjanji tidak akan menyakiti teman-temannya lagi. “Emon, Nemo, kita bekerja sama, saling melindungi dan mencukupi dengan cara yang baik yuk.. Kami tidak akan membenci kalian kok.”, Nemo dan Emon terharu mendengarkan usulan dari Pupu dan lumba-lumba. “Ayukk..” balas Nemo dan Emon bersamaan dengan semangat! Tetapi diam-diam, ternyata ada yang mendengarkan setiap kata yang mereka ucapkan..


Tanpa peringatan muncullah dari balik karang besar Uguri, Guri, dan Uri, tiga gurita preman bawah laut, semua langsung lari ketakutan, Nemo yang lincah segera melesat jauh, Pupu yang berbadan kecil dengan sigap bersembunyi di bawah pasir di balik batu, tetapi tidak dengan Emon, sebab Emon tidak dapat bergerak seperti teman-temannya.


“Hei anemon busuk, jelek, kotor, apakah hiu, lumba-lumba, dan binatang jelek lainnya yang kau ajak mengobrol tadi adalah temanmu??? Kalau iya, akan kami semprot kamu dengan tinta dan akan kubebaskan teman-temanmu, tetapi jika mereka bukan temanmu, akan kubasmi mereka hewan laut jelek itu dan aku tidak akan mengganggumu lagi” kata Uguri, ketua preman bawah laut.


Tiba-tiba Emon terdiam sejenak, seperti tidak dapat berkata-kata, bahkan satu patah katapun. “Mereka bukan tema..” kata Emon yang terpotong karena Emon bingung apa yang harus ia katakan, lalu Emon memberanikan diri, ia menarik nafasnya dalam-dalam dan berkata dengan lantang dan berani memutuskan, “Hei kalian kelompok preman tak berguna, mereka semua temanku, jika begitu maumu, semprot saja aku dengan tintamu itu dan biarkan teman-temanku hidup dengan bebas!”. Dengan senang hati, Uguri, Guri, dan Uri langsung menyemprotkan tintanya kepada Emon, dan seketika Emon tewas terkena semprotan racun para preman itu.


Nemo dan teman-temannya yang hanya dapat menyaksikan kejadian itu dari jauh langsung sedih melihat pengorbanan Emon. Setiap tahun pada hari kematian Emon, teman-temannya berkumpul untuk mengenang kenangan indah bersama Emon yang tak akan pernah terlupakan dalam hidup mereka. Pada tahun yang ke-dua, saat mereka berkumpul, Pupu yang duduk paling dekat ke tanah memperhatikan ternyata dari dalam tanah disekitar Emon muncul tunas-tunas baru, lumba-lumba berteriak girang “Nemo, lihatlah, anak-anak Emon.. hahahaha…”.


- Bandung, 9 Juli 2021 (L. Nataniela)


TAMAT..



Cerita ini terinspirasi dari fakta unik bahwa anemon adalah terumbu karang yang berbahaya bagi banyak hewan laut, tetapi tidak bagi ikan badut. Ikan badut dapat bersimbosis dengan anemon. Ikan badut bersembunyi dari predator di balik anemon, mereka seperti saling bekerja sama untuk mencari makanan.


Pesan Moral: - Bekerja sama akan menghasilkan buah yang baik. - Membalas kejahatan dengan kebaikan. - Mau meminta maaf dan mengakui kesalahan. - Berani berkorban demi menyelamatkan teman-teman atau keluarga kita.

 
 
 

Comments


TENTANG CERPENKU

Cerpenku menyediakan berbagai macam cerita seru untuk semua umur sebagai kegiatan di masa pandemi.
 

Ayo kirimkan karya pribadimu melalui form ini. Ada e-sertifikat menarik untuk setiap karya yang dimuat.

SUBSCRIBE 

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan notifikasi jika ada cerita baru.

Thanks for subscribing!

© 2021 Cerpenku ● Terms ● Disclaimer 

bottom of page